Tampilkan postingan dengan label PLASMA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PLASMA. Tampilkan semua postingan
08 April 2011
23 Maret 2011
21 Maret 2011
17 Maret 2011
16 Maret 2011
PLASMA IGINITION SIMULATION
Dengan Video diatas kiranya cukup untuk menggambarkan cara bagaimana plasma ignition bekerja.
14 Maret 2011
Plasma vs VSD = PLN Efisien
Seandainya PLN dapat menerapkan sistim pembakaran dengan Plasmatron atau plasma burner (menggunakan daya listrik). Maka pada PLTU Batubara tidak dibutuhkan Solar sebanyak saat ini, bahkan free Oil, Trus program kelanjutannya PLN Sebaiknya menerapkan teknologi Motor Variable Speed,untuk yg belum menggunakan vsd, dan fungsi operasinya variatip, maka akan didapat eff Listrik dari motor yg berdaya besar, Hingga sisa listriknya dapat di Jual, dengan plasma menggunkan Listrik, dengan Variable Speed Drive dapat menghemat listrik. dan kemungkian kita tidak perlu instalasi minyak yang terdiri Tangki, minyak itu sendiri, bahkan bila terlalu lama tersimpan adalah memborosan atau nilainya tidak efektip, maka PLN akan mendapatkan Nilai Effisensi yang tinggi. Dan kamipun yakin teman di PLN sudah mengerti hal ini, tinggal menunggu kebijakannya dari PLN, Seperti di negara china mereka menggunakan plasma burner system, PLN tidak banyak bergerak untuk mengembangkan margin keuntungan, tapi PLN harus bisa melakukan Inovasi untuk mendapatkan effisiensi disegala bidang.
Demikian
Demikian
09 Maret 2011
Plasma Art Coal Burner Igintion
KONSEP:
PLTU batubara dengan free oil ignition. Effisiensi Listrik menggunakan VSD. dan Lingkungan bersih dengan penerapan FGD
1.1. Latar Belakang
Minyak bumi (BBM) menjadi sumber bahan bakar utama pada masa dulu karena harganya yang murah serta jumlahnya yang masih banyak. Pertumbuhunan industri yang meningkat tajam akhir-akhir di beberapa negara menyebabkan kebutuhan akan bahan bakar meningkat pula. Akibat peningkatan kebutuhan bahan bakar maka harga minyak bumi meningkat tajam. Oleh karena itu beberapa industri yang banyak menggunakan bahan bakar minyak sebagai sumber energi mulai mempertimbangkan menggunakan bahan bakar lain seperti batubara dan gas. Selain melakukan diversifikasi bahan bakar lain, beberapa industri juga mulai melakukan inovasi teknologi dalam mempergunakan energi agar lebih efisien dan efektif dalam pemanfaatnya.
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) juga berpengaruh terhadap PT IP UB Suralaya yang menggunakan bahan bakar minyak. Salah satu penggguna bahan bakar minyak adalah unit boiler. Bahan bakar minyak dipergunakan di unit boiler untuk penyalaan dan pemanasan ruang pembakaran boiler. Unit boiler mempunyai 36 burner yang tersusun dalam 6 level (6 burner tiap level). Susunan dari burner di boiler adalah 3 level (18 burner) pada sisi bagian kiri dan 3 level (18 burner) pada sisi bagian kanan. Sisi kanan dan kiri saling berhadapan dengan jarak sekitar 20 m
Saat penyalaan awal pada kondisi dingin di unit boiler, bahan bakar minyak lebih lama dipergunakan untuk memanaskan ruang pembakaran. Bila bahan bakar minyak langsung diganti dengan batubara saat awal pemanasan maka tubing-tubing dapat rusak akibat laju panas tinggi yang dihasilkan dari pembakaran batubara yang memiliki laju alir minimal 22 ton/jam.
Selama ini bahan bakar minyak yang dipergunakan untuk pemanasan disimpan dalam tangki. Dengan pemakaian terbanyak hanya saat penyalaan awal kondisi dingin maka optimalisasi pemanfaatan bahan bakar tidak didapatkan. Selain itu harga bahan bakar minyak yang tinggi membuat biaya bahan bakar minyak tersimpan di dalam tangki juga tinggi. Maka pertimbangan diversifikasi energi atau teknologi menjadi pilihan.
Plasmatron adalah suatu teknologi untuk penyalaan pada proses pembakaran dengan menggunakan listrik dengan daya yang tinggi. Udara dengan tekanan tinggi dilewatkan pada plasmatron akan membentuk suatu flame putih. Dengan flame tersebut maka bubuk batubara (pulverized coal) dan primary air akan mengalami pemanasan awal sebelum mencapai terbakar di ujung burner. Dengan kondisi tersebut maka campuran batubara dan udara akan mudah terbakan di ujung burner.
PT Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkit Suralaya bermaksud akan menggunakan teknologi ini untuk menyalakan campuran batubara dan udara yang selama ini menggunakan bahan bakar minyak. Dengan penggunaan teknologi penyalaan plasma burner diharapkan penggunaan HSD (BBM) dapat terkurangi (oil consumption reduction). Oleh karena itu, studi kelayakan system penyalaan ini diperlukan agar harapan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak dapat tercapai.
1.2. Maksud dan Tujuan
Tujuan pekerjaan ini adalah melakukan studi kelayakan untuk pemasangan sistem penyalaan plasma burner di unit 6 PT Indonesia Power Unit Bisnis Suralaya. Studi kelayakan tersebut meliputi analisa kelayakan dari segi operasi, pembiayaan, resiko dan lingkungan. Dengan analisa kelayakan tersebut diharapakan tujuan pengurangan penggunaan HSD dapat diketahui.
1.3 Ruang Lingkup
Studi kelayakan pemasangan plasma burner ini diibatasi untuk start-up dari penyalaan awal hingga rolling turbine. Agar tujuan studi kelayakan diatas dapat dicapai perlu dilakukan perbandingan system penyalaan. Perbandingan tersebut adalah system penyalaan actual dengan menggunakan oil igniter dengan system penyalaan plasma burner. Terhadap kedua system penyalan tersebut dilakukan beberapa macam studi kelayakan yang meliputi:
Studi kelayakan secara operasional/teknis (KKO)
Tinjauan perbandingan firing rate dan nilai kalor batubara terhadap firing rate dan nilai kalor bahan bakar minyak (HSD)
Tinjauan operasional pemanasan dari kurva pemanasan (heating curve)
Tinjauan kesiapan alat bantu (electric power, air supply, cooling water dan steam)
Studi kelayakan commercial dan financial (KKF)
IRR, NPV, PBP, Sensitivity analysis (biaya investasi dan harga BBM)
Studi kelayakan lingkungan/emisi flue gas (KKL)
Emisi (SOx dan NOx)
Fly ash
1.4 Metodologi
Studi kelayakan ini memerlukan tahapan-tahapan pekerjaan agar hasil yang diperoleh maksimal. Tahapan-tahapan yang akan dilakukan untuk studi kelayakan ini adalah:
Studi literatur
Studi literatur dilakukan untuk mendapatkan kondisi desain tentang boiler, burner dan sistem pembakaran serta teknologi plasma iginition.
Studi Lapangan
Pada tahap ini dilakukan dengan tujuan mendapatkan data-data teknis lapangan yang meliputi susunan Sistem peralatan, kondisi operasi dan pola operasi.
a. Data sistem peralatan yang dibutuhkan adalah susunan peralatan dari proses sebelum di boiler, boiler dan setelah boiler. Data detail spesifikasi peralatan yang diperlukan adalah pada boiler yang meliputi jumlah, susunan dan spesifikasi burner. Dimensi dari boiler juga diperlukan yang meliputi tinggi, lebar serta bentuknya dari boiler (drawing).
b. Data kondisi operasi yang diperlukan meliputi laju alir, temperatur dan tekanan dari bubuk batubara, udara primer serta udara sekunder. Data kurva start-up kondisi dingin hingga beban penuh di boiler yang menjelaskan tentang temperatur yang dicapai dan waktu yang diperlukan.
Pengolahan Data Lapangan
Pengolahan data lapangan diperlukan untuk mendapatkan hasil yang lebih fokus, terarah dan komprehensif.
Analisa kelayakan
Analisa kelayakan pada tahap ini meliputi studi kelayakan pada bagian operasi, lingkungan dan pembiayaan. Dari kompilasi pada bagian-bagian tersebut maka akan keluar suatu rekomendasi tentang pekerjaan ini.
Kelanjutan ,....tunggu upload berikutnya
salam
sudiarni
Link info plasma :
http://www.cgdc.com.cn/en_no_use/en_index.html
http://epsppd.epfl.ch/London/pdf2/P1_022.pdf
http://www.scintillasystems.com/index.html
http://www.scintillasystems.com/faq.html
http://www.plasmacombustion.org/project01.html
http://www.engineeringnews.co.za/article/consulting-company-aims-to-supply-plasma-burner-technology-to-state-power-utility-2009-11-13
PLTU batubara dengan free oil ignition. Effisiensi Listrik menggunakan VSD. dan Lingkungan bersih dengan penerapan FGD
1.1. Latar Belakang
Minyak bumi (BBM) menjadi sumber bahan bakar utama pada masa dulu karena harganya yang murah serta jumlahnya yang masih banyak. Pertumbuhunan industri yang meningkat tajam akhir-akhir di beberapa negara menyebabkan kebutuhan akan bahan bakar meningkat pula. Akibat peningkatan kebutuhan bahan bakar maka harga minyak bumi meningkat tajam. Oleh karena itu beberapa industri yang banyak menggunakan bahan bakar minyak sebagai sumber energi mulai mempertimbangkan menggunakan bahan bakar lain seperti batubara dan gas. Selain melakukan diversifikasi bahan bakar lain, beberapa industri juga mulai melakukan inovasi teknologi dalam mempergunakan energi agar lebih efisien dan efektif dalam pemanfaatnya.
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) juga berpengaruh terhadap PT IP UB Suralaya yang menggunakan bahan bakar minyak. Salah satu penggguna bahan bakar minyak adalah unit boiler. Bahan bakar minyak dipergunakan di unit boiler untuk penyalaan dan pemanasan ruang pembakaran boiler. Unit boiler mempunyai 36 burner yang tersusun dalam 6 level (6 burner tiap level). Susunan dari burner di boiler adalah 3 level (18 burner) pada sisi bagian kiri dan 3 level (18 burner) pada sisi bagian kanan. Sisi kanan dan kiri saling berhadapan dengan jarak sekitar 20 m
Saat penyalaan awal pada kondisi dingin di unit boiler, bahan bakar minyak lebih lama dipergunakan untuk memanaskan ruang pembakaran. Bila bahan bakar minyak langsung diganti dengan batubara saat awal pemanasan maka tubing-tubing dapat rusak akibat laju panas tinggi yang dihasilkan dari pembakaran batubara yang memiliki laju alir minimal 22 ton/jam.
Selama ini bahan bakar minyak yang dipergunakan untuk pemanasan disimpan dalam tangki. Dengan pemakaian terbanyak hanya saat penyalaan awal kondisi dingin maka optimalisasi pemanfaatan bahan bakar tidak didapatkan. Selain itu harga bahan bakar minyak yang tinggi membuat biaya bahan bakar minyak tersimpan di dalam tangki juga tinggi. Maka pertimbangan diversifikasi energi atau teknologi menjadi pilihan.
Plasmatron adalah suatu teknologi untuk penyalaan pada proses pembakaran dengan menggunakan listrik dengan daya yang tinggi. Udara dengan tekanan tinggi dilewatkan pada plasmatron akan membentuk suatu flame putih. Dengan flame tersebut maka bubuk batubara (pulverized coal) dan primary air akan mengalami pemanasan awal sebelum mencapai terbakar di ujung burner. Dengan kondisi tersebut maka campuran batubara dan udara akan mudah terbakan di ujung burner.
PT Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkit Suralaya bermaksud akan menggunakan teknologi ini untuk menyalakan campuran batubara dan udara yang selama ini menggunakan bahan bakar minyak. Dengan penggunaan teknologi penyalaan plasma burner diharapkan penggunaan HSD (BBM) dapat terkurangi (oil consumption reduction). Oleh karena itu, studi kelayakan system penyalaan ini diperlukan agar harapan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak dapat tercapai.
1.2. Maksud dan Tujuan
Tujuan pekerjaan ini adalah melakukan studi kelayakan untuk pemasangan sistem penyalaan plasma burner di unit 6 PT Indonesia Power Unit Bisnis Suralaya. Studi kelayakan tersebut meliputi analisa kelayakan dari segi operasi, pembiayaan, resiko dan lingkungan. Dengan analisa kelayakan tersebut diharapakan tujuan pengurangan penggunaan HSD dapat diketahui.
1.3 Ruang Lingkup
Studi kelayakan pemasangan plasma burner ini diibatasi untuk start-up dari penyalaan awal hingga rolling turbine. Agar tujuan studi kelayakan diatas dapat dicapai perlu dilakukan perbandingan system penyalaan. Perbandingan tersebut adalah system penyalaan actual dengan menggunakan oil igniter dengan system penyalaan plasma burner. Terhadap kedua system penyalan tersebut dilakukan beberapa macam studi kelayakan yang meliputi:
Studi kelayakan secara operasional/teknis (KKO)
Tinjauan perbandingan firing rate dan nilai kalor batubara terhadap firing rate dan nilai kalor bahan bakar minyak (HSD)
Tinjauan operasional pemanasan dari kurva pemanasan (heating curve)
Tinjauan kesiapan alat bantu (electric power, air supply, cooling water dan steam)
Studi kelayakan commercial dan financial (KKF)
IRR, NPV, PBP, Sensitivity analysis (biaya investasi dan harga BBM)
Studi kelayakan lingkungan/emisi flue gas (KKL)
Emisi (SOx dan NOx)
Fly ash
1.4 Metodologi
Studi kelayakan ini memerlukan tahapan-tahapan pekerjaan agar hasil yang diperoleh maksimal. Tahapan-tahapan yang akan dilakukan untuk studi kelayakan ini adalah:
Studi literatur
Studi literatur dilakukan untuk mendapatkan kondisi desain tentang boiler, burner dan sistem pembakaran serta teknologi plasma iginition.
Studi Lapangan
Pada tahap ini dilakukan dengan tujuan mendapatkan data-data teknis lapangan yang meliputi susunan Sistem peralatan, kondisi operasi dan pola operasi.
a. Data sistem peralatan yang dibutuhkan adalah susunan peralatan dari proses sebelum di boiler, boiler dan setelah boiler. Data detail spesifikasi peralatan yang diperlukan adalah pada boiler yang meliputi jumlah, susunan dan spesifikasi burner. Dimensi dari boiler juga diperlukan yang meliputi tinggi, lebar serta bentuknya dari boiler (drawing).
b. Data kondisi operasi yang diperlukan meliputi laju alir, temperatur dan tekanan dari bubuk batubara, udara primer serta udara sekunder. Data kurva start-up kondisi dingin hingga beban penuh di boiler yang menjelaskan tentang temperatur yang dicapai dan waktu yang diperlukan.
Pengolahan Data Lapangan
Pengolahan data lapangan diperlukan untuk mendapatkan hasil yang lebih fokus, terarah dan komprehensif.
Analisa kelayakan
Analisa kelayakan pada tahap ini meliputi studi kelayakan pada bagian operasi, lingkungan dan pembiayaan. Dari kompilasi pada bagian-bagian tersebut maka akan keluar suatu rekomendasi tentang pekerjaan ini.
Kelanjutan ,....tunggu upload berikutnya
salam
sudiarni
Link info plasma :
http://www.cgdc.com.cn/en_no_use/en_index.html
http://epsppd.epfl.ch/London/pdf2/P1_022.pdf
http://www.scintillasystems.com/index.html
http://www.scintillasystems.com/faq.html
http://www.plasmacombustion.org/project01.html
http://www.engineeringnews.co.za/article/consulting-company-aims-to-supply-plasma-burner-technology-to-state-power-utility-2009-11-13
Langganan:
Postingan (Atom)