20 Desember 2011

MANAJEMEN STRATEGI

Strategi adalah kerja terbaik dan utama dari organisasi. Dalam situasi hidup dan mati, hal tersebut merupakan langkah untuk dapat bertahan dari kepunahan. Pelajaran mengenai strategi ini tidak boleh diabaikan
Apa itu strategi?
Kamus besar Webster menjabarkan strategi sebagai ilmu perencanaan dan pengarahan operasi militer berskala besar. Di Cina, selama periode peperangan, Sun Tzu menuliskan manual mengenai Seni dari strategi. Seiring waktu, konsep dari strategi mulai diaplikasikan pada bidang-bidang lain diluar bidang militer, pertama pada bidang usaha swasta, lalu kemudian pada organisasi-organisasi non-profit dan umum. Dalam konteks ini, kata strategi diartikan sebagai lngkah yang diambil untuk memperoleh tujuan yang diinginkan. Tregoe and Zimmerman mendefinisikan strategi sebagai “kerangka kerja yang dapat memandu pilihan-pilihan yang ada dalam menentukan arah dan cara kerja suatu organisasi”. Pada akhirnya, inti dari strategi adalah menentukan langkah-langkah yang harus dilakukan dengan baik.

Manajemen Strategi: Menyusun dan Mempertahankan Arah Tujuan dari manajemen strategi adalah untuk menetapkan strategi perbaikan kualitas yang berkelanjutan dalam organisasi dan penggunaan infrastruktur yang dapat meningkatkan semangat pekerja untuk lebih terfokus pada kualitas dan bergerak ke arah yang diharapkan. Komponen utama dari upaya manajemen strategi adalah misi, visi, sasaran dan tujuan, dan budaya (nilai, norma/ketentuan, perilaku dan sikap).

Lima fungsi yang penting untuk menyusun dan mempertahankan arah sesuai dengan prinsip TQM dan perbaikan yang berkelanjutan adalah (1) mengimplementasikan kepemimpinan untuk kualitas, (2) mengembangkan misi organisasi untuk peningkatan kualitas, (3) menciptakan visi yang dapat menginspirasi setiap orang untuk memperoleh kualitas dalam setiap aspek pekerjaan mereka, (4) mengembangkan budaya yang dapat mendorong usaha peningkatan kualitas pada berbagai level , (5) menetapkan tujuan dan sasaran yang sesuai dan sejalan dengan prinsip TQ dan perbaikan yang berkelanjutan.
Kepemimpinan
Terdapat dua hal penting yang harus diingat saat membicarakan kepemimpinan, pertama konsep kepemimpinan merupakan prinsip utama dari peningkatan kualitas. Kepemimpinan merupakan katalis untuk perubahan yang bersifat positif dan usaha pencapaian manajemen kualitas memerlukan perubahan yang positif. Kedua, terdapat perbedaan antara kepemimpinan dan manajemen (yang sering kali disebut sebagai administrasi dalm pendidikan tinggi). Bennis merangkum perbedaan-perbedaan antara manajemen dengan kepemimpinan, yaitu:


No
Manajer
Pemimpin
1.
Administrator (pengawas/pengatur)
Inovator (pencipta)
2.
Merupakan duplikat
Asli/original
3.
Mempertahankan
Mengembangkan
4.
Terfokus pada sisten & struktur
Terfokus pada orang
5.
Bergantung pada kontrol
Membangun kepercayaan
6.
Memiliki pandangan yang sempit & pendek
Memiliki perspektif yang luas & panjang
7.
Bertanya bagaimana dan kapan
Bertanya apa dan bagaimana
8.
Memandang akan hal-hal tertentu saja
Memandang secara keseluruhan (luas)
9.
Meniru dari yang asli
Menciptakan
10.
Menerima status quo
Menantang status quo
11.
Tipe pejuang yang klasik
Memiliki pribadi yang independen
12.
Melakukan sesuatu dengan benar
Melakukan dengan benar segala sesuatunya

Kedua-duanya sangat penting untuk memproduksi dengan efektif dan efisien. Sebagian besar manajer memiliki setidaknya kemampuan untuk memimpin, dan sebagian besar pemimpin memiliki setidaknya kemampuan manajemen. Kepemimpinan harus dimiliki oleh mereka yang menempati posisi manajemen utama.

Kepemimpinan itu sendiri perlu diukur (dapat diukur dengan menggunakan kuisioner) untuk mengetahui data dasar yang nantinya dapat diakses untuk mencapai perbaikan kualitas dari institusi.

Dewan Kualitas
Salah satu bagian yang penting dalam suatu perguruan tinggi dan universitas adalah dewan kualitas, yang terdiri dari pemimpin-pemimpin utama organisasi dan bertanggung jawab dalam menetapkan dan mengkordinasikan strategi usaha perbaikan kualitas. Voehl menyatakan bahwa peran utama dari dewan kualitas adalah mengembangkan cara berfikir TQ dalam perusahaan dengan:
  1. Menciptakan rasa memiliki antar anggota organisasi mengenai kebutuhan mengadaptasi pendekatan TQ
  2. Memacu, dan mendorong anggota-anggota organisasi
  3. Mendemonstrasikan komitmen personal untuk prinsip-prinsip dan upaya TQ
  4. Mengimplementasikan sistem pengukuran untuk membantu memastikan sistem umpan balik bagi pembuatan keputusan
  5. Mengenali dan menghargai anggota organisasi untuk usaha mereka dalam meningkatkan kualitas,
Mengidentifikasikan Misi
Misi suatu organisasi merupakan alasan dasar mengapa organisasi tersebut ada. Langkah awal yang paling utama dalam menyusun dan mempertahankan arah perguruan tinggi dan universitas adalah dengan mengembangkan misi institusional. Pengembangan strategi yang sukses sangatlah bergantung pada misi organisasi, namun banyak pihak yang berfikir bahwa perguruan tinggi dan universitas tidak mampu membuat misi yang jelas dan spesifik.

Pertanyaan yang penting sehubungan dengan status misi institusional (misi institusional harus dapat menjawab semua pertanyaan berikut) antara lain:
  • Apakah pernyataan misi dari perguruan tinggi dan universitas tersebut jelas?
  • Apakah misi tersebut telah diberitahukan kepada seluruh anggota institusi?
  • Apakah anggota institusi mengetahui mengenai pernyataan misi tersebut? (dapatkah mereka menjelaskannya apabila diminta?)
  • Apakah konsensus dari misi institusional telah dilakukan?
  • Apakah perilaku anggota institusi dipengaruhi oleh misi tersebut?
Untuk dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas perancangan misi hendaknya dibuat oleh perwakilan dari seluruh bagian yang terdapat dalam institusi. Misi hendaknya jelas, singkat, dan dapat mewakili institusi sehingga semua individu dalam institusi dapat mengidentifikasikan misi tersebut untuk mengembangkan proses, proyek dan tugas-tugas mereka dalam institusi.
Menciptakan Visi
Langkah ketiga yang perlu dilakukan institusi adalah menciptakan visi. Visi suatu institusi merupakan gambaran akan apa yang dapat dicapai institusi di masa yang akan datang. Pernyataan visi suatu institusi haruslah jelas, positif, kredible, dapat dipertahankan, menantang dan merupakan gambaran akan keinginan institusi di masa yang akan datang.
Konsep visi sangatlah sulit untuk dimengerti sebagian orang. Untuk mengatasi hal ini, Nanus mengidentifikasikan enam hal yang bukan visi, yaitu:
  1. Visi adalah mengenai apa yang dapat dicapai di masa datang, bukan ramalan (meski mungkin terlihat demikian)
  2. Visi bukanlah misi. Untuk menyatakan bahwa suatu organisasi memiliki misi sama dengan menyatakan bahwa organisasi tersebut memiliki tujan, bukan arah
  3. Visi bukanlah kenyataan yang terjadi, visi belumlah nyata, namun mungkin saja nyata
  4. Visi tidak bisa dibenarkan atau disalahkan. Namun dapat dievaluasi secara relatif sesuai dengan arah organisasi
  5. Visi tidaklah (setidaknya tidak boleh) statis, yang selalu sama sepanjang masa
  6. Visi bukanlah halangan/hambatan, kecuali bagi yang tidak konsisten terhadapnya.
Keuntungan dari visi yang jelas, positif, kredible, dapat dipertahankan, menantang dan merupakan gambaran akan keinginan institusi di masa yang akan datang antara lain:
  • Kejelasan arah yang dapat memberikan kerangka kerja bagi pembuatan keputusan organisas
  • Kesatuan tujuan dan aksi
  • Potensi yang lebih besar untuk desentralisasi
  • Dan lain-lain
Budaya Organisasi
Jika visi menentukan arah organisasi, maka sisanya tergantung budaya organisasi itu sendiri untuk meningkatkan TQ. Budaya organisasi harus merupakan cara berfikir dan bertingkah laku dalam organisasi. Dimensi dari budaya organisasi antara lain sistem dan struktur, aksi, peranan, perilaku, sikap, norma dan nilai yang mendasari asumsi serta perilaku anggota organisasi.

Jika perubahan budaya organisasi diperlukan, maka diperlukan pula rencana untuk mencapai perubahan tersebut. Carr and Littman mengemukakan sembilan langkah utama dalam proses perubahan budaya organisasi:
  1. Merencanakan perubahan budaya
  2. Menyusun dasar-dasar budaya
  3. Melatih manajer dan tenaga kerja lain
  4. Manajemen mengadopsi dan menggunakan model perilaku yang baru
  5. Membuat perubahan organisasional dan perencanaan yang mendukung aksi kualitas
  6. Merancang ulang sistem pemberian hadiah sehingga mencerminkan TQM
  7. Mengubah kegiatan keuangan
  8. Memberi penghargaan bagi perubahan yang bersifat positif, dan
  9. Menggunakan sistem komunikasi untuk menguatkan prinsip-prinsip TQM
  10. Menetapkan Sasaran dan Tujuan
  11. Menetapkan sasaran dan tujuan dari perguruan tinggi dan universitas menyediakan jaring penghubung diantara 
fokus makro, yaitu misi, visi, dan budaya dengan aktivitas operacional dari organisasi. Keuntungan dari menetapkan sasaran dan tujuan yang kuat antara lain adalah:

Dari segi operasional, dengan menetapkan sasaran dan tujuan maka dapat diperoleh spesifikasi yang diperlukan untuk operasionalisasi misi dan visi perguruan tinggi dan universitas
Menetapkan masa depan yang diharapkan. Sasaran dan tujuan dapat menentukan arah yang hendak dicapai dimasa yang akan datang dan membantu semua pihak mempersiapkan diri untuk perubahan
Perilaku yang mengarah pada tujuan
Motivasi dan keterikatan. Sasaran dan tujuan yang baik dan terkomunikasikan dengan baik dapat memotivasi pekerja untuk mencapai visi yang diharapkan guna memperoleh tujuan yang diinginkan
Kerangka kerja. Sasaran dan tujuan dapat menyediakan kerangka kerja yang umum, atau gambaran yang lebih luas yang dapat menyatukan seluruh bagian organisasi dan memfokuskan usaha mereka demi visi dan misi organisasi.

Secara keseluruhan terdapat lima langkah penting dalam menyusun strategi organisasi, yaitu:
  1. Pastikan visi
  2. Identifikasi sasaran dari strategy yang hendak dijalankan
  3. Tentukan tujuan
  4. Memilih aktifitas dan mengembangkan proyek serta,
  5. Memilih input

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

isi di bawah sini...komentar anda : menggunakan anonimous atau menggunakan web anda contoh www.suralaya.com