03 Juli 2011

Usia Ideal Anak Belajar Piano

Piano Bagi Anak Pra-Sekolah

Usia ideal memulai belajar musik sekitar umur 3-5 tahun, namun bukan berarti anak yang berumur 10 tahun kehilangan kesempatan belajar piano, namun akan lebih baik jika dimulai lebih awal. Ada banyak manfaat jika anak pra-sekolah mulai belajar musik, karena sejak dini akan mulai mempergunakan kedua sisi otaknya (kiri dan kanan) yang dapat menstimulasi atau merangsang kecerdasan anak. Negara maju, seperti Singapura, Korea dan Jepang, pada umur 3 tahun anak-anak mereka telah mulai mencicipi pendidikan musik. Bahkan seperti di Singapura, music clubs untuk anak pra-sekolah merupakan tempat mereka mengenal semua jenis musik, notasi, dan permainan yang diselenggarakan sekali seminggu. Banyak orangtua berlomba-lomba memasukkan anak-anaknya dalam program ini.

Orangtua siswa piano yang termasuk dalam kategori ini harus mengerti maksud belajar piano tingkat prasekolah. Jika ia mengharapkan anaknya bisa bermain piano dan menunjukkan kemajuan dalam waktu yang singkat, tentu itu merupakan pengharapan yang keliru. Orangtua harus menyadari apa tujuan diperkenalkannya musik pada anaknya. Dengan kata lain bisa bermain piano dengan baik bukan itu yang akan dicapai, karena umur pra-sekolah tidak bisa menyerap informasi yang banyak seperti menghafal lagu yang panjang. Konsentrasi anak prasekolah sangat pendek, dan waktu belajar harus juga menjadi tempat bermain. Jadi ketika sebuah sekolah musik menerima siswa pra-sekolah, harus ada wawancara yang terarah dengan orangtua siswa agar guru piano mengetahui apa yang dicari orangtua itu.

Mengajar piano pada anak pra-sekolah memiliki tantangan tersendiri karena guru piano tersebut memiliki tugas untuk membentuk rasa ketertarikan anak terhadap piano. Tugas guru piano bukan hanya mengajar anak itu dengan sabar tetapi juga sekaligus menjadi teman bermain anak. Banyak guru piano tidak memiliki kesabaran, dan emosional yang siap untuk mendidik anak-anak pra-sekolah. Jadi tidak semua bisa mengajar mereka.

Hal penting lainnya yang perlu diketahui adalah kesiapan mental anak pra-sekolah. Tanyakan pertanyaan ini: Apakah anak itu sudah menguasai alphabet? Apakah anak itu sudah dapat menghitung hingga 20? Mampukah anak itu duduk dan berkonsentrasi paling tidak selama 10 menit dalam satu waktu? Apakah ia sudah mengetahui kiri dan kanan saat itu?

Kesiapan emosional anak tidak kalah pentingnya dalam memulai belajar piano. Apakah si anak sudah mampu mempertanyakan materi pelajaran? Seberapa jauh ketertarikannya pada piano? Apakah ia suka berpura-pura bermain piano, dengan menggerakkan jari-jemarinya? Bagaimana reaksi atau kesan si anak ketika orangtuanya menyarankan untuk belajar piano? Bagaimana responnya ketika diperdengarkan musik piano?Kesiapan orangtua juga dituntut dalam hal ini. Disini terdapat sejumlah pertanyaan tersembunyi yang perludigali dari orangtua murid. Apakah orangtua siap duduk selama 20-30 menit setiap hari untuk mendampingi buah hatinya berlatih piano? Akankah orangtua tetap mandampinginya dalam ruang piano apabila iaberkeinginan? Apakah orangtua dan anggota keluarga bersedia untuk tidak berisik selama anak latihan? Dapatkah orangtua mengajak anggota keluarga lain memberikan support kepada si anak? Apakah orangtua bersedia berkorban materi seperti membeli piano, bila memang belum punya? Orangtua tersebut harus dapat memberikan jawaban yang pasti dan berkomitmen untuk siap melakukan semua hal diatas.

http://www.pianoanakku.com/index.php/component/content/article/14-articles/1-usia-ideal-anak-belajar-piano

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

isi di bawah sini...komentar anda : menggunakan anonimous atau menggunakan web anda contoh www.suralaya.com