03 Juli 2011

Tips untuk orang tua

Apa yang harus dilakukan orangtua yang memiliki anak sedang belajar piano? Hal apa saja yang harus mereka kerjakan untuk mendukung proses belajar anak mereka? Banyak orangtua berpikir, mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena mereka tidak mengerti musik atau piano sehingga mereka hanya sekadar mengikuti trend dengan mengirimkan anak-anaknya belajar piano. Kadang orangtua mengirimkan anaknya kursus piano karena teman-temannya juga melakukan hal itu. Ada semacam persaingan di kalangan orangtua tentang anak-anak mereka.

Secara umum, orangtua siswa piano memiliki tiga kategori. Pertama ada orangtua yang aktif yang mana ia terlibat dalam proses belajar piano anak-anaknya. Ia dengan sabar mengikuti dan mengawasi setiap perkembangan dan proses belajar anaknya bahkan ia memberikan waktu untuk berdiskusi dengan guru pianonya, baik berkunjung ke tempat kursus atau meneleponnya. Orangtua ini turut mendorong dan membantu si anak melakukan tugas-tugas mereka, dan mencoba membangun ketertarikan musik demi anaknya.

Kedua, ada orangtua yang hyperaktif yang mana ia memanfaatkan anak-anaknya untuk mencapai ambisi pribadinya yang sebenarnya si anak tidak menyukainya tapi ia memaksakan anaknya untuk mencapai keinginan dan misinya. Orangtua seperti ini sangat hyperaktif dan selalu tidak puas dengan apa yang diajarkan guru anaknya dan tidak puas pula dengan apa yang dilakukan anaknya. Ia menuntut banyak hal tanpa melihat realitas, dan cenderung menekan anaknya untuk mencapai keinginannya. Ia suka marah-marah tanpa memperdulikan apa masalah yang dihadapi si anak dan mencoba memecahkan masalahnya. Ini sangat berbahaya.

Ketiga ada orangtua yang apatis, yang tidak mau tahu apa yang dilakukan anaknya dan membiarkan anaknya berjalan apa adanya. Tidak mau mengurus dan tidak perduli apa anaknya sudah latihan atau ada tugas dan sebagainya. Yang penting anaknya sudah pergi les sekali seminggu. Ini tergolong orangtua yang sulit dan berbahaya karena ia tidak melakukan apa-apa tetapi menuntut anaknya harus bisa bermain piano dengan baik.

Hal terkecil yang harus diketahui orangtua siswa piano adalah ia harus mengetahui dengan jelas berapa banyak latihan yang harus dilakukan anaknya sehingga dengan demikian ia bisa mencari cara bagaimana memotivasi anaknya, mengikuti dan memantau setiap kemajuan dan perkembangan pendidikan musik anakny. Dengan demikian ia berperan sebagai pengawas anaknya yang nantinya berperan mengingatkan dan mendorong hal-hal yang sepatutnya dilakukan anaknya. Ia harus tegas dan mengikuti jadwal yang telah ditentukan. Orangtua bisa menetapkan peraturan misalnya, tidak bisa bermain sebelum latihan piano atau tidak bisa nonton TV sebelum latihan piano. Awalnya memang akan dirasakan si anak agak ketat tetapi lambat laun dia akan mengerti dan melakukannya. Jika orangtua terlalu sibuk di saat si anak latihan piano, atau sering tidak ada di rumah, orangtua bisa membuat catatan latihan si anak dan memintanya menuliskan jam berapa latihan, berapa lama latihan dan apa yang dilatih. Ketika ia kembali ke rumah, ia bisa mengecek dan memintanya untuk memainkannya. Berusahalah memberikan komentar positif.

Orangtua yang ingin anaknya berkembang dalam musik seperti piano harus memiliki ketertarikan pada musik yang digeluti anaknya, tidak perlu menguasai musik tersebut. Dengan ketertarikan itu, maka ia akan berusaha mendorong dan mengawasi proses belajar anaknya seperti menemaninya latihan, melihat catatan guru piano, dan hal-hal yang harus dilatih anaknya. Bahkan seorang anak akan merasa senang jika orangtuanya memberikan perhatian khusus baginya. Terkadang orangtua tidak perlu berbuat apa-apa pada hari tertentu, cukup duduk di samping anaknya dan menemaninya latihan. Orangtua bisa mendiskusikan hal-hal yang berkaitan dengan piano baik di rumah maupun di luar rumah seperti di mobil. Menanyakan lagu, komposer yang paling mereka sukai dan kesulitan-kesulitan apa yang mereka hadapi ketika belajar piano. Sikap seperti ini akan memberikan kesan bagi anak-anaknya bahwa orangtuanya tertarik dan senang akan apa yang sedang dikerjakan anaknya. Mungkin sesekali orangtua mengajak anaknya untuk menghadiri konser piano atau orkestra, serta bisa membelikan CD, VCD dan DVD permainan piano yang paling disukai si anak. Ini akan memberikan motivasi baru bagi si anak.

Akan ada saatnya siswa piano mengalami kesulitan dan frustrasi dalam memainkan lagu tertentu. Dia marah karena ia tidak bisa memainkannya dan merasa terlalu sulit. Peran orangtua di saat seperti ini sangat menentukan. Orangtua harus memberikan dukungannya dan membesarkan hatinya bahwa ia mampu melakukan itu. Kita harus berikan pujian tepat pada waktunya dan memberikan nasihat dengan bahasa yang tepat. Sekalipun anak itu salah memainkan suatu not, orangtua harus dengan bahasa yang benar dalam penyampaiannya sehingga ia terdorong untuk lebih baik lagi. Jangan kita katakan ia bodoh, tolol, tak becus, selalu salah dan salah. Komentar seperti ini akan menjatuhkan. Temanilah si anak dalam setiap latihan di rumah, karena toh waktu yang dimiliki di rumah jauh lebih banyak dibanding di tempat kursus. Jadilah sahabat si anak baik dalam keadaan senang dan susah untuk mencapai permainan piano yang sempurna. Berikan pendapat yang positif kepada si anak dan selalu hadir dalam setiap kesulitannya. Jika orangtua tidak mengetahui apa yang harus dilakukannya dalam memajukan pendidikan anaknya, konsultasilah dengan guru piano si anak agar jangan sampai melakukan kesalahan yang fatal.

Dalam meningkatkan dan memantau proses belajar piano anak, sepatutnya orangtua harus memiliki komunikasi yang proaktif dengan si anak. Ketika orangtua menjemputnya dari tempat les, ia bisa menanyakan, apa tugas yang perlu dilatih, apa kesulitannya, dan biarkan si anak menjelaskan dan mencoba mengingat apa yang diminta oleh guru pianonya. Biasakan kegiatan seperti ini berlangsung secara berkelanjutan karena setibanya di rumah, orangtua sudah sibuk dengan kegiatannya sendiri dan si anak sibuk dengan kegiatannya. Hal penting lainnya yang paling menentukan dalam kesuksesan seorang anak menghadapi kesulitan dalam latihan piano adalah orangtua harus mendorong anaknya untuk mengulang atau melatih tugas yang diminta gurunya sesegera mungkin ketika tiba di rumah. Jangan di tunda hingga besok atau lusa, tetapi pada hari itu juga, mungkin malam harinya atau sorenya karena apa yang diajarkan guru pianonya masih segar dalam ingatannya. Jika ia menunggu hingga esok harinya, dengan pasti ia sudah lupa banyak hal dari apa yang diminta gurunya. Selamat mencoba.

http://www.pianoanakku.com/index.php/component/content/article/14-articles/48-tips

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

isi di bawah sini...komentar anda : menggunakan anonimous atau menggunakan web anda contoh www.suralaya.com