26 Mei 2012

Tehnik-tehnik Compliance

Compliance (kerelaan) adalah suatu bentuk persetujuan atas adannya permintaan orang lain agar dirinnya mengabulkan suatu permintaan tertentu. Beberapa tehnik permintaan agar suatu permintaan dikabulkan. Misalkan anda seorang bisnis man menginginkan agar transaksi bisnis anda Goal,anda seorang mahasiswa yang menginginkan kemudahan dalam mengurus skripsi anda, anda seorang anak yang menginginkan dikabulkan permintaannya oleh orang tua anda, atau siapa saja yang ingin mendapatkan suatu persetujuan dari orang lain, silahkan meecoba tehnik ini.

1.Tehnik Foot-in-the-Door 
Merupakan suatu tindakan yang dilakukan apabila kita bermaksud mendapatkan sesuatu yang besar dengan terlebih dahulu meminta sesuatu yang kecil. Pada umumnnya orang akan mengabulkan suatu permintaan bila ia pernah memberikan sesuatu terhadap orang yang sama sebelumnnya. 

2.Tehnik The Door in the Face 
Tehnik ini dikenal oleh Robert Cialdini (1975). Kebalikan dari tehnik foot in the door, permintaan yang diajukan pada tehnik ini adalah permintaan yang besar terlebih dulu, yang kemungkinan terkabulkannya kecil, baru kemudian mengajukan permintaan yang kecil. Tehnik akan berhasil dengan syarat: 
a.Tenggang waktu antara permintaan I dan II tidak jauh 
b.Permintaan I nilainnya harus jauh lebih besar daripada permintaan II 
c.Kedua permintaan dilakukan oleh satu orang 

3.Tehnik Low Ball 
Menurut tehnik ini agar bisa mendapatkan sesuatu yang lebih tinggi orang bisa mendapatkan setelah ada permintaan yang terkabulkan (seperti tehnik foot in the door). Dimana permintaan berikutnnya adalah permintaan ‘ralat’. 

4.Tehnik Even a peny will help
Tehnik ini sering dipakai oleh pencari derma. Apabila calon penderma menanyakan kepadannya: “Berapa saya mesti memberi?” dengan menjawab “Satu rupiahpun akan sangat membantu”, ternyata sering justru menaikan hasil pencarian derma. Tehnik ini berhasil sebab pemberi derma merasa bebas dari ketentuan dan terdorong untuk memberi dalam jumlah lebih besar dengan harapan akan lebih membantu pihak yang akan dibantu.

5.Inducing quilt 
Dengan menanamkan rasa bersalah, bisa juga menyebabkan munculnnya pemberian yang lebih tinggi dibanding orang yang merasa tidak bersalah. Dengan mengabulkan permintaan seseorang sering diasumsikan sebagai cara untuk menghilangkan dosa yang telah dibuatnnya. Meskipun pemberian itu tidak selalu berhubungan dengan perbuatan salahnnya.

6.Tehnik Sentuhan 
Tehnik dengan cara memberikan sentuhan fisik, sosial, maupun psikologis. Tehnik ini pernah dibuktikan oleh Smith, Gier, dan Wills dalam penelitiannya. Ditawarkan kepada calon pembeli satu produk makanan dengan jalan memberi kesempatan kepada calon pembeli untuk mencicipi makanan tersebut. Selama memberi saple makanan itu, sebagian orang disentuh lengannya sambil diminta untuk membelinnya. Sebagian responden lain hanya diberi sample makanan dan diminta untuk membeli tanpa disentuh lengannya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kelompok orang yang disentuh lengannya ternyata lebih banyak memberi daripada kelompok yang tidak disentuh lengannya.

7.Tehnik pemberian atribusi 
Tehnik dengan jalan memberi atribusi positif kepada seseorang ternyata juga menunjukan mau menunjukan hasil yang lebih baik agar orang tersebut mau mengabulkan permintaan daripada tanpa pemberian atribusi apapun. Tehnik ini akan efektif bila orang tersebut memang membutuhkan atribusi positif. Bagi mereka yang memiliki keyakinan tinggi, tehnik ini akan kurang mengena. SELAMAT MENCOBA!!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

isi di bawah sini...komentar anda : menggunakan anonimous atau menggunakan web anda contoh www.suralaya.com